Sunday, July 28, 2013

RIWAYAT ASAL DAN PROSES KEJADIAN ADAM...



Di dalam buku ini telah diceritakan tentang bagaimana Allah memerintahkan tiga Malaikat untuk mengambil tanah di bumi untuk dijadikan Adam dan seterusnya Allah memproses kejadiannya. Cerita mengenainya boleh dibaca dari muka surat 40 hingga 46. 

Kepada mereka yang ingin mengetahui kisahnya, ikutilah ceritanya seperti di bawah ini. 

Pada suatu ketika, Allah Subhanahu wata'ala menitahkan Malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebagian tanahnya yang akan dijadikan bahan untuk menciptakan Adam. Namun ketika sampai di bumi, bumi enggan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam hingga bumi bersumpah demi Allah, ia tidak rela sebagian tanahnya dijadikan Adam karena ia kuatir kelak Adam jadi maksiat kepada Allah.

Lalu Jibril kembali ke hadirat Tuhan, ia tidak dapat berbuat apa-apa mendengar sumpahnya bumi. Kemudian Allah menitah Malaikat Mikail turun pula ke bumi dengan maksud yang sama, namun setelah mendengar perkataan bumi, seperti apa yang dikatakan kepada Jibril, Mikail pun tidak dapat berbuat apa-apa kembali ke hadirat Allah dengan tangan hampa juga.

Yang terakhir, Allah menyuruh Malaikat Izrail turun ke bumi untuk mengambil tanah. Kata Allah: "Hai Izrail, engkaulah kini yang aku tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi bersumpah-sumpah dengan ucapan bagaimanapun jangan engkau mundur. Katakan bahwa kerjakan atas perintah dan atas namaKu." 

Begitulah setelah Izrail tiba di atas bumi, ia berkata: "Hai bumi, ketahuilah, kedatanganku ke mari atas perintah Allah dan atas nama Allah. Jika engkau membantah atas pekerjaanku ini, bererti engkau membantah perintah Allah dan tentunya engkau tidak ingin menjadi makhluk yang durhaka kepada Allah, bukan?"

Mendengar perkataan Izrail demikian, bumi tidak dapat berkata apa-apa kecuali membiarkan Izrail mengambil tanahnya dengan tidak banyak reaksi apa-apa.

Setelah Izrail mengambil bermacam tanah, kembalilah dia ke hadirat Allah. Kata Allah: "Ya Izrail, pertama engkau yang Kutugaskan untuk mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak engkau pula yang Aku tugaskan untuk mencabut roh manusia."

"Jika demikian, hamba kuatir yang hamba ini jadi benci anak Adam karena pekerjaan hamba ini," kata Izrail. 

"Tidak" jawab Allah: "Tidak mereka akan memusuhi engkau." Aku yang mengaturnya. Lalu Aku jadikan sebab-sebab untuk mendatangkan kematian mereka. Sebab terbunuh, sebab terbakar, sebab sakit dan sebagainya. 

Menurut keterangan para Ulama bahwa tanah-tanah itu adalah seperti berikut:

  1. Tanah tempat bakal berdirinya Baitu Muqaddas
  2. Tanah Bukit Thursina
  3. Tanah Iraq
  4. Tanah Aden
  5. Telaga Al Kautsar
  6. Tanah tempat bakal berdirinya Baitullah
  7. Tanah Paris
  8. Tanah Khurasan 
  9. Tanah Babylon
  10. Tanah India
  11. Tanah Syurga Firdaus
  12. Tanah Tha'if
Kata Ibnu Abbas:

1. Kepala Adam dari tanah Baitul Muqaddas, karena di situlah berada otak manusia dan di situlah tempat akal.

2. Telinganya dari tanah Bukit Thursina, karena ia alat pendengaran dan tempat menerima nasihat.

3.  Dahinya dari tanah Iraq, karena di situ tempat sujud kepada Allah.

4.  Mukanya dari tanah Aden, karena di situ tempat berhias dan tempat kecantikan.

5.  Mata dari tanah Telaga Al- Kautsar, tempat untuk menarik perhatian

6.  Giginya dari tanah Telaga Al-Kautsar, tempat bermanis-manis.

7.  Tangan kanannya dari tanah Ka'abah (Baitullah), untuk mencari nafakah dan kerjasama sesama manusia.

8.  Tangan kirinya dari tanah Paris, tempat beristinja'.

9.  Perutnya dari tanah Khurasan, tempat lapar dan haus.

10. Kemaluannya dari tanah Babylon, Di situ tempat sex (birahi) dan tipu daya syetan untuk menjerumus manusia ke lembah dosa.

11.Tulang dari tanah Bukit Thursina, alat peneguh tubuh manusia.

12. Dua kakinya dari tanah India, tempat berdiri dan jalan.

13. Hatinya dari tanah Syurga Firdaus, karena di situ tempat iman, keyakinan, ilmu, kemauan dan sebagainya.

14. Lidahnya dari tanah Tha'if, tempat mengucap Syahadat, bersyukur dan mendoa kepada Tuhan. 


PROSES KEJADIAN ADAM...

Syahdan maka dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang. Tujuh buah liang di kepala, dan dua buah liang di bawah badan letaknya.

Tujuh buah letaknya di kepala: Dua liang mata, dua liang telinga, dua liang hidung dan sebuah liang mulut. Yang dua macam di bawah: Sebuah liang kemaluan dan liang dubur.

Dijadikan pula lima buah panca indera:

1. Mata alat penglihatan

2. Hidung alat penciuman

3. Telinga alat pendengaran

4. Mulut alat perasaan manis, asam dan sebagainya.

5. Anggota tubuh lainnya seperti kulit, telapak tangan untuk perasa halus, kasar dan sebagainya.

Ketika Allah akan jadikan patung Adam, tanah itu dicampuri air tawar, air asin, air hanyir, angin dan api. Kemudian Allah resapkan Nurhaknya patung Adam dengan berbagai macam "sifat."

Lalu patung Adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut", kemudian diletakkan di dalam "Alam Malakut."

Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "Patung Adam" adalah tanah pilihan sebagaimana diterangkan di atas. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampuri dengan istilah rempah-rempah, wangi-wangian dari Nur Sifat Allah, dan disirami dengan air hujan "Bahrul- Uluhiyah." Kemudian patung itu dibenamkan dengan air "Kudratul'-Izaah-Nya," yaitu sifat "Jalal dan Jammal", lalu diciptakan menjadi patung Adam yang sempurna.

Cuba perhatikan firman Allah dalam surat Ad-Dahr, ayat satu sebagaimana awal mula tulisan ini di atas yang bunyinya sebagai berikut:

"Apakah tidak datang kepada manusia kabar berita suatu zaman yang tidak dapat disebut-sebut menurut perhitungan manusia?" manusia zaman sekarang. Yang Allah ciptakan alam semesta dan termasuk Adam dalam waktu yang sangat lama, yang tidak dapat ditaksir dan dikira-kira menurut perhitungan manusia zaman sekarang.

Menurut keterangan ulama, ketika patung Adam diselubungi dalam waktu 120 tahun. 40 tahun di tanah yang kering, 40 tahun di tanah yang basah dan 40 tahun di tanah yang hitam dan berbau. Kemudian Allah rubah patung Adam dengan rupa kemuliaan. Maka tertutuplah pemandangan mata malaikat daripada melihat hakikat yang sebenarnya.

Mereka memandang rendah akan bakal kejadian Adam lantaran menurut penglihatan yang nyata asal kejadian Adam. Tiada lain sebabnya dari kurang ma'rifat mereka. Memang pada malaikat telah mengetahui bahwa Adam ini akan menjadi khalifah Tuhan di dunia. Sudah tentu mereka merasa heran mengapa orang yang akan menjadi khalifah Tuhan demikian asal kejadiannya. Berbeda dengan mereka, bangsa malaikat yang mereka tahu bahwa asal kejadian mereka dari cahaya.

Demikian pula ruh, ketika ruh itu diperintah masuk ke dalam patung Adam, ia pun merasa enggan. Segan dan malas untuk masuk ke tubuh Adam yang masih merupakan patung yang kini sudah mengeras seperti batu. Ruh itu bukan masuk, malah ia berputar-putar, mengitarin patung Adam yang terhantar di situ dikelilingi malaikat yang menyaksikan seperti Jibril, Mikail, Israfil, Izrail dan lain-lain malaikat lagi.

Kemudian Allah menyuruh malaikat Izrail untuk memaksakan ruh itu masuk ke dalam tubuh Adam. lalu akhirnya, ruh itu mau tidak mau, ia terpaksa menyerah di tangan Izrail. Ia dimasukkan ke tubuh Adam, lalu ruh itu masuk perlahan-lahan sampai batas kepalanya saja 200 tahun lamanya.

Demikianlah Allah memberi kekuatan kepada Izrail dapat memasukkan ruh itu ke dalam tubuh kasar Adam. Dahulu Izrail yang ditugaskan mengambil tanah untuk Adam, dan kini dia pula yang ditugaskan untuk memasukkan ruh ke dalam tubuh Adam. Dan kemudian nanti Izrail pulalah yang ditugaskan untuk mencabut nyawa Adam.

Setelah ruh itu meresap di dalam kepala Adam, lalu terjadilah otak, dan tersusun urat-urat sarafnya dengan sempurna, yaitu seperti telah dikatakan selama 200 tahun.

Kemudian terjadilah matanya. Seketika itu matanya melek terbuka melihat dan melirik ke kiri dan ke kanan. Ia melihat juga ke bawah yang sebagian badannya masih merupakan tanah keras. Dilihatnya ke kiri dan kanan para malaikat yang sedang menonton kejadian dia. Ketika itu telinga Adam telah dapat mendengar betapa para malaikat mengucap tasbih memuji kebesaran Allah, dengan macam-macam ucapan kalimat tasbih dengan lagu-lagu yang merdu sekali dan mengasyikkan.

Kemudian ketika ruh sampai batas hidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka. Ketika itu Allah ajarkan mengucap "Alhamdulillah." Itulah ucapan Adam pertama kali di hadirat Allah. Lalu Allah berkata: "Yarhamukallah" yang artinya: "Semoga engkau diberi rahmat Allah."

Oleh kerana itu, jika orang bersin menjadi ikutan sunat mengucap "Alhamdulillah" dan orang yang mendengarnya sunat mengucap: Yarhamukallah."

Kemudian ketika ruh sampai di mana dadanya, tiba-tiba saja ia mau bangun, padahal sebagian badannya ke bawah, masih menjadi tanah keras. Di sini menunjuki sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabaran) sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Isra' ayat 11, maksudnya: "Dan adalah manusia itu, suka tergesa-gesa."

Kemudian ketika ruh itu sampai di mana perutnya maka terjadilah susunan isi perutnya dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus ruh itu meresap sampai ke seluruh tubuh Adam. Tangan kaki, lalu terjadi darah daging dan tulang, urat-urat, berkulit dengan sempurna yang mana kulit itu kian lama kian bagus dan halus. Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam.

Menurut riwayat, ketika Adam masih berada di Syurga, sangat bagus sekali kulitnya. Tidak seperti kulit kita sekarang ini. Karena setelah Adam diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan warna kulitnya. Sebagai peringatan, yang masih tertinggal warnanya hanya pada kuku manusia. Hal ini kita bisa lihat meskipun orang kulitnya hitam, tapi warna kuku adalah sama, iaitu putih kemerah-merahan.

Suatu keterangan bahwa Nabi Adam a.s dijuluki Abul-Basyar: "Bapak nya Manusia" dan Nabi Muhammad s.a.w dijuluki "Abul-Ruh" atau Abul Arwah" artinya "Bapaknya segala ruh." 

Marilah kita teruskan riwayat Adam!

Setelah kejadian Adam dengan sempurna, sebagai manusia baru, dialah jenis makhluk manusia yang pertama. Wajahnya bagus simpatik, ganteng, pendek kata semua malaikat merasa kagum melihat Adam yang begitu bagusnya. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa makhluk yang asalnya dari tanah, kini kelihatan bagus dan indahnya. baik raut mukanya atau potongan tubuhnya.

Adam berganti rupa dengan memakai pakaian kebesaran dari Syurga dengan memakai mahkota yang ditatah intan berlian, yang menambahkan keagungannya yang layak sebagai seorang raja atau khalifah. Tampaklah Adam dilihat oleh para malaikat sangat anggun dan berwibawa. Cocok pribadinya sebagai seorang raja. Adam duduk di kursi keemasan yang bertatah intan permata, di kelilingi oleh para malaikat.

Kemudian setelah Adam duduk di atas kursi, lalu diusung oleh empat orang malaikat dan diiringi oleh beberapa banyak malaikat pula untuk diarak dan diperkenalkan di langit yang pertama sampai langit yang ke tujuh sampai ke syurga.

Di sanalah Adam dapat melihat segala barang yang ajaib daripada ciptaan Tuhan. Adam dapat menyaksikan dengan mata kepala akan kebesaran kerajaan Allah yang meliputi langit dan bumi.

Selain dari itu agar supaya para malaikat dan makhluk lainnya dapat mengetahui akan kadar ketinggian derajatnya Adam di sisi Allah, ialah yang akan diangkat kelak menjadi Khalifah Tuhan di muka bumi. 

Menurut riwayat, kurang lebih 100 tahun lamanya Adam diarak oleh malaikat. Dan selesai show acting itu lalu Adam dibawa ke Syurga, yaitu tempat Adam mula-mula dijadikan.

Kemudian datanglah Jibril membawa seekor kuda kenderaan dari Syurga. Bagus sekali kuda itu berbulu warna hijau kumbang serta bersayap sangat indah sekali. Berkilau-kilauan serta harum baunya. Kuda itu dapat bicara seperti manusia. Di belakangnya terdapat tempat duduk yang aman. Jibril memegang kendali, Mikail duduk di sebelah kanan Adam dan Israfil duduk di sebelah kirinya.

Diceritakan di mana saja Adam bertemu Malaikat ketika ia diarak, selalu ia mengucap "Assalamu 'alaikum" yang dijawab oleh para malaikat "Waalaikum salaam."

Kata Allah: "Hai Adam, beginilah penghormatanmu yang akan diikuti oleh anak cucumu sampai hari kemudian." 


Friday, July 26, 2013

RIWAYAT ROH MENENGOK JASAD DAN KELUARGA, DICERITAKAN DALAM RIWAYAT...


Buku ini bertarikh Jakarta, 8 Desember 1979 
dan penulisnya ialah Ustadz Musannif Effendie

Buku ini telah ghaib dari simpananku selama hampir 3 tahun. Sebelum itu aku sempat menyalin dua artikel yang terdapat didalamnya dan memuat masuk ke dalam blog ini atas tajuk Berapa Tahun Umurnya dunia? dan Riwayat Nur Muhammad pada Januari 2010. Kini ianya telah dijumpai semula dan sebagai tanda terima kasihku kepada Allah Subhanahuwataala, maka di bawah ini aku salin dua lagi artikel menarik yang terdapat di dalamnya. Buku ini versinya di dalam bahasa Indonesia. Semoga ianya memberi manfaat kepada kita semua.

    Di antara tajuk yang terdapat di dalam buku yang menarik ini ialah:

RIWAYAT ROH MENENGOK JASAD DAN KELUARGA, 
DICERITAKAN DALAM RIWAYAT...

Setelah tiga hari jasad kasar membujur di dalam kubur, roh minta izin kepada Tuhan untuk menengok jasadnya di dalam kubur.

Setelah mendapat izin, roh itu turun ke bumi datang ke kuburannya. Ia berdiri di pinggir kuburnya, meskipun badannya tertutup tanah, tapi ia dapat melihat. Maka tampaklah jasadnya telah gembung dan berbau dari telinga, hidung dan mulut telah mengalir air yang busuk.

Sedih melihat tubuhnya sudah demikian. Lalu meratap dan menangis. Katanya: "Hai tubuhku yang miskin, ingatkah kamu pada yang masa lalu? Betapa megahnya kamu di alam dunia?"

Inilah dia tempat yang sempit. Inilah tempat yang berbahaya dan inilah tempat menanggung duka. Kemudian kembalilah ke tempatnya.

Lima hari kemudian dia memohon lagi ke hadhirat Allah untuk menengok jasadnya. Setelah mendapat izin, pergilah ia turun ke bumi untuk menengok kuburnya. Dilihat kini jasadnya makin membusuk dan sudah berulat. Ia berdiri di pinggir kuburnya sambil meratap sepuas hati. Lalu kembali

Kemudian sesudah tujuh hari, kembali meminta izin kepada Tuhan akan melihat jasadnya lagi. Lalu ia turun ke bumi berdiri di pinggir kuburnya. Dilihat tubuh sudah mulai hancur dagingnya yang telah membusuk dan dimakan ulat.

Ketika melihat jasadnya demikian, seperti orang yang melihat rumahnya yang ditinggalkan. Betapa sedihnya, kalau dulu rumahnya indah dan cantik menarik tapi kini setelah ia tinggalkan telah menjadi hancur dan berantakan dimakan ulat. 

Katanya: "Ya jasadku yang hina, beginilah jadinya keadaanmu, selama aku berpisah darimu, manakah anak isterimu yang kamu sayang? Di manakah hartamu yang sangat dicintai? Manakah sahabatmu yang kamu kagumi?" 

Setelah itu ia kembali ke tempatnya. 


******************************************************

  
SATU PERUMPAMAAN...

Para pembaca yang budiman.

Di bawah ini saya membuat suatu perumpamaan. Semisal diri kita semasih berada di dunia ini.

Seorang laki-laki mempunyai tiga orang anak. Dua orang anaknya sangat dicinta dan sangat disayangi. Tapi yang seorang tidak begitu disayangi. Adapun anak yang dua orang itu, segala keinginannya belum pernah di abaikan. Apa kata si anak diturutinya, tapi anak yang seorang ini tidak begitu diperhatikan. Dan kadang ditinggal dan dilupakan. Akan tetapi si anak ini tahu diri, meskipun dia tidak diperhatikan, tapi dia tetap menyintai orang tuanya, dan tetap ingin membela orang tuanya.

Pada suatu masa, si orang ini terlibat suatu perkara yang dia sendiri tidak tahu persoalannya. Si orang tua ini harus menghadap ke pengadilan untuk diminta pertanggung jawab mengapa dia harus disidang. Ia menjadi panik dan bingung, karena dia merasa tidak pernah berbuat kesalahan. Dia berpikir, dia kan mempunyai dua orang anak yang begitu disayang dan dimanja. Kini wajarlah jika dia sebagai orang tua meminta bantuan atau pertolongan pada anaknya. Siapa tahu anaknya itu dapat membela dia di dalam sidang pengadilan.

Lalu ia datang kepada anak yang pertama dan diterangkan duduk perkaranya dan akan meminta pertolongan dari anaknya. Tapi anak ini lalu berkata:

"Ayah tidak perlu meminta bantuan saya, ayah harus pikir, ayah yang berbuat, haruslah ayah yang bertanggung jawab. Bukan saya. Biar bagaimanapun juga, saya tidak dapat menolong ayah."

Dengan sedih hati orang tua itu pergi dan akan ditemui anaknya kedua dan akan meminta bantuannya. Akan tetapi setelah anak itu ditemuinya serta diceritakan hal ihwalnya. Apa jawab anaknya?

"Ayah jangan mempunyai hati pengecut. Ayah yang dipanggil ke pengadilan, ayah sendiri yang harus berani menghadapi perihal diri ayah. Tidak ada sangkut-pautnya dengan saya."

Kemudia ia teringat akan anaknya yang seorang ini. Barangkali saja dapat dimintakan bantuannya. Setelah menjumpainya, ia disambut dengan baik dan setelah ia menerangkan duduk perkaranya, dengan spontan anak itu berkata:

“Ayah, kalau begitu, biarlah serahkan kepada saya persoalan ini, sayalah yang akan menghadapinya maju ke sidang pengadilan. Mudah-mudahan persoalan ayah jadi beres dan selesai."

Para pembaca yang budiman.

Siapakah orang tua itu? Dan siapakah dua orang anaknya yang disayang dan siapakah anaknya yang tidak dicintainya?

Orang tua itu adalah misalnya tiap-tiap diri manusia lelaki atau perempuan. Dua orang anak yang sangat dicintainya adalah anak dan isterinya. Anak yang disia-siakan adalah amal ibadatnya. Pada umumnya orang tentu sangat sayang kepada anak dan isteri. Terbukti sikap-sikap manusia rata-rata demikian, tetapi tidak cinta kepada amal ibadat. Manusia rata-rata cinta kepada anak dan isteri selagi hidup di alam dunia ini. Akan tetapi tatkala malaikatul maut mengambil nyawanya, maka nyatanya anak dan isteri tidaklah serta turut di kubur bersama dia. Maka nyatalah sayangnya anak dan isteri itu selagi ia masih hidup, selagi roh masih berada dalam badannya. Akan tetapi amal ibadat yang tidak begitu dicintai itulah yang turut serta masuk kealam kubur dan yang kelak membela dia di dalam kubur dan di alam akhirat.

Memang tidak semua manusia yang menyintai amal ibadat, tetapi yang lebih banyak adalah membenci amal ibadat. Maka tiap-tiap orang yang meninggalkan amal ibadat solat dan puasa dan sebagainya dan tiap orang yang tidak menjauhkan perbuatan maksiat, itulah orang yang terang-terangan membenci amal ibadatnya. Padahal amal itulah yang akan menolong dia di alam kubur dan di alam akhirat.

Andaikata sama sekali dia tidak memperhatikan akan kehendak amal ibadatnya janganlah ia mengharap akan dapat pembelaan dari amalnya itu.

Oleh kerana itu, janganlah kita cuma menyintai anak dan isteri saja, tapi cintailah juga amal ibadat sebelum kita dipanggil pulang menghadap pengadilan Tuhan. 

Tuesday, July 23, 2013

SIAPA ATAU APAKAH YAKJUJ DAN MAKJUJ...?

salam,

saya nak umum sesuatu di sini.
sebelum tu, harap bersabar semasa mengikuti slide ini Mr. Green

Jangan kita terus mengatakan ini sesuatu yang sesat. Ia sesuatu yang masih lagi boleh dikaji.

cer lihat dan baca slide ini tentang.

SIAPAKAH dan APAKAH YAKJUJ MAKJUJ itu.

JAWAPAN ada dalam slide ini. t.kasih  

(Di petik dari laman Tranungkite)
oleh Katilempuk


BAGAIMANA TERJADINYA HUJAN...




Gambar hiasan...

Hujan Terjadi Dalam Tiga Tahap 

Tahap pertama; awan-awan yang kecil ditiup angin. Tahap kedua; awan-awan kecil bergabung lalu membentuk awan yang lebih besar. Tahap ketiga; awan-awan itu kemudian bergerak ke atas, bahagian tengah kumpulan awan itu bergerak lebih kuat daripada bahagian tepi. Gerakan ke atas ini menjadikan awan-awan berkumpul secara menegak. Setelah berkumpul secara menegak, awan itu sampai ke bahagian langit atmosfera yang sejuk lalu awan bertukar menjadi titisan air dan mula jatuh dalam bentuk hujan.

Lihatlah dalam surah An-Nur ayat 43: "Tidakkah kau melihat bahawasanya Allah mengarahkan awan bergerak perlahan-lahan, kemudian Dia mengumpulkan kelompok-kelompoknya, kemudian Dia menjadikannya tebal berlapis-lapis. Selepas itu engkau melihat hujan turun dari celah-celahnya. Dan Allah pula menurunkan hujan batu dari langit, dari gunung-ganang (awan) yang ada padanya lalu ia menimpakan hujan batu itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya dan menjauhkannya dari sesiapa yang dikehendakiNya. Sinaran kilat yang terpancar dari awan yang demikian keadaannya hampir-hampir menyambar dan menghilangkan pandangan."   

Lihatlah bagaimana Allah menyatakan proses terjadinya hujan yang diperakui oleh ahli meteoroloji sendiri.

Ayat "Dan Allah pula menurunkan hujan batu dari langit, dari gunung-ganang (awan) yang ada padanya." menunjukkan kawasan gunung itu adalah tempat kawasan yang tinggi, iaitu kawasan sejuk. Hanya dari kawasan sejuk inilah terbentuk titisan hujan. Untuk membentuk titisan hujan, awan harus berada di kawasan tinggi, paling rendah ialah 2,000 meter dari aras laut dan paling tinggi ialah 4,000 meter dari aras laut.

Allah mencipta sekelian alam, sudah tentu Allah tahu lalu disampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w. untuk diberitahu kepada manusia sejagat. Surah ini turunnya di Madinah. Jika dikatakan isi kandungannya itu ciptaan Nabi Muhammad, bagaimana Nabi Muhammad s.a.w. tahu tentang kejadian hujan? sedangkan Nabi Muhammad s.a.w tidak pernah mempelajari ilmu sains.

Dipetik dari buku Adakah kandungan Al-Quran itu benar?

KEBENARAN AL - QURAN...

 MARI KITA LIHAT KISAH FIR'AUN DAN NABI MUSA AS

Dalam Surah Yunus ayat 90-92, Al-Qur'an menyatakan bahawa pada suatu masa nanti MAYAT Fir'aun yang tenggelam sewaktu mengejar Nabi Musa as akan dikembalikan kepada manusia (dapat disaksikan dengan mata kepala) untuk menjadi bukti akan kebenaran dan kebesaran ayat-ayat Allah itu.

90. "Dan kami bawakan Bani Israel ke seberang Laut Merah, lalu dikejar oleh Firaun dan tenteranya, dengan tujuan melakukan kezaliman dan pencerobohan, sehingga apabila Firaun hampir tenggelam berkatalah ia (pada saat yang genting itu): "Aku percaya, bahawa tiada Tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan aku adalah dari orang-orang  yang berserah diri (menurut perintah)".

91. (Allah berfirman): "Adakah sekarang (baharu engkau beriman), padahal sesungguhnya engkau dari dahulu telah kufur derhaka, dan engkau telahpun menjadi dari orang-orang yang melakukan kerosakan?.

92. "Maka pada hari ini, Kami biarkan engkau (hai Firaun) terlepas dengan badanmu (yang tidak bernyawa, daripada ditelan laut), untuk menjadi tanda bagi orang-orang yang di belakangmu (supaya mereka mengambil iktibar). Dan (ingatlah) sesungguhnya kebanyakan manusia lalai daripada (memerhati dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Kami!".

Allah tahu, zaman manusia tambah cerdik moden kelak, iaitu zaman kini, tentu orang tidak berapa percaya dengan kandungan Al-Quran, lalu Allah kekalkan mayat firaun sebagai bukti supaya mengesahkan kandungan Al-Quran itu bukan khayalan atau rekaan Nabi Muhammad.

Ayat yang mengisahkan tentang firaun dan Musa ini turun setelah 21 abad dari masa Fir'aun. Nabi Muhammad pun tidak berpeluang berjumpa firaun tetapi Nabi mampu menceritakannya. Nabi pun tidak tahu di mana terdamparnya tubuh Fir'aun. Tapi Nabi dapat bercerita tentang firaun masa lalu dan akan datang, yang peliknya percakapan Nabi Muhammad itu menjadi kenyataan kini.

Memang menakjubkan, setelah terpendam selama lebih kurang 40 abad, iaitu pada 6 Julai 1879 seorang ahli archeologi kafir telah berhasil menemui batang tubuh Fir'aun, dan hal penemuan ini sekaligus membukti akan kebenaran Al-Quran sebagai wahyu Allah, bukan ciptaan Nabi Muhammad SAW!

Penemuan mayat Fir'aun itu turut dicatitkan dalam buku sejarah Barat "The historian's History of The World vol.1 edisi 1926,

Ekspedisi pengkaji dari Jerman - di bawah pimpinan Emil Brugsch dan Ahmad Effendi Kamal itu, telah menjumpai mumia Fir'aun dalam wilayah Mesir. Allah pilih orang Kafir menemuinya, jika sekiranya pengkaji Islam yang menemuinya tentu orang kafir menuduh kajian dan penemuan itu palsu.

pada tarikh 16 Julai 1879 itu pasukan ekspedisi Jerman itu berjaya menemui puluhan mummi dari para firaun, termasuk mummi Rhamses II (Fir'aun) yang hidup pada masa Nabi Musa as, iaitu Pharaoh terbesar dan teragung dalam sejarah dinasti-dinasti Pharaoh di tanah Mesir.

Quran berkata, "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.

Memang benar, mayat Firaun sudah dijumpai.

Maurice Bucaille seorang ahligeologi dan sejarah yang membuat kajian tentang mummia Fir'aun di Mesir. Dia dapati pada mummia Rhamses II itu ada keganjilan, iaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Di samping membuat kajian sains, Maurice Bicaille turut membaca terjemahan Al-Quran, akhirnya Maurice mendapat jawapannya di dalam Al-Quran, terbukti bahawa mummia Rhamses II itu adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah SWT ketika sedang mengejar Nabi Musa as.

Kitab Injil dan Taurat hanya menyebutkan bahawa Firaun Ramses itu tenggelam sahaja ; tetapi hanya Al-Quran sahaja yang menyatakan bahawa mayat Firaun itu akan diselamatkan oleh Allah SWT sehingga dia akan menjadi pelajaran bagi kita semua pada hari mendatang.

Nabi Muhammad hidup 3000 tahun selepas kejadian Firaun mengejar Nabi Musa dan tidak ada cara Nabi boleh tahu tentang selamatnya mayat Ramses II jika dikatakan dia meniru atau membaca dari Injil dan Taurat, kedua-dua kitab tersebut tidak menyatakan mayat Firaun itu diselamatkan. Allah sengaja menyelamatkan mayat Firaun supaya di zaman intelektual ini manusia dapat melihat bahawa kata-kata Allah dalam Al-Quran itu memang benar dan terbukti kebenarannya. Al-Quran memang firman dari Allah SWT dan bukan buatan Nabi Muhammad saw.

BOLEHKAH LAUT TERBELAH DUA?

Kisah laut terbelah dua ini terjadi di zaman Nabi Musa as. apabila baginda dikejar oleh Firaun. Kisah Nabi Musa ada dimuatkan di dalam Al-Quran dalam Surah Asy-Syura. Bermula dari ayat 60 surah tersebut dengan jelas diberitahu tentang laut terbelah dua.

60)  "Maka Fir'aun dan tenteranya pun mengejar mereka ketika matahari terbit. 61) "Setelah kedua-dua kumpulan itu nampak satu sama lain, berkatalah orang-orang Nabi Musa, "Sesungguhnya kita akan dapat ditawan." (62) Nabi Musa menjawab: "Tidak! Jangan fikir ( akan berlaku yang demikian) sesungguhnya aku sentiasa disertai oleh Tuhanku (dengan pemeliharaan dan pertolonganNya) Ia akan menunjuk jalan kepadaku" (63) Lalu kami wahikan kepada Nabi Musa: "Pukullah laut itu dengan tongkatmu" (setelah dipukul maka terbelahlah laut itu kepada beberapa bahagian) lalu menjadilah air tiap-tiap bahagian yang terbelah itu terangkat seperti gunung besar.

Peristiwa Nabi Musa membelah laut ini bukan sahaja terdapat di dalam Al-Quran malah dalam kitab Taurat (Kristian) dan Zabur (yahudi) pun ada menceritakannya.

Kejadian ini sudah berlaku kira-kira 3,500 tahun yang lalu.

Lokasi kejadian ialah di teluk Aqaba, Nuweiba, Mesir. Jarak Teluk Aqaba ke tanah Arab ialah 1.8 kilometer. Kedalaman laut di teluk itu kira-kira 800 meter, lebar laluan laut yang terbelah dianggarkan kira-kira 900 meter. Seramai 600 ribu orang yang mengikut Nabi Musa dan mengambil masa selama empat jam.

Jika dibaca cerita ini, tentu kita kata mustahil untuk manusia biasa membelah laut , kecuali Nabi kerana dia dikurniakan mukjizat.

Oleh kerana orang Barat memang sifatnya suka mengkaji terlebih dahulu sebelum menerima bulat-bulat sebarang perkara. Maka seorang pengkaji sains Rusia iaitu Nauman Volzinger dan Alexei Androsow telah membuat satu model untuk menyiasat sama ada laut boleh terbelah atau tidak. Dalam model kajian mereka itu, mereka dapati bahawa tiupan angin yang kuat memang boleh membentuk laluan pada permukaan air. Dalam modelnya ditiupkan angin 30 meter sesaat yang bersamaan kelajuan sebenar 108 kilometer sejam, sebagai ribut sederhana. Kajian mereka itu telah disiarkan dalam majalah Akademi Sains Rusia pada tahun 2002.

Bukti peristiwa kejadian Laut Terbelah Dua itu telah terbongkar kebenarannya apabila seorang pakar arkeologi, Ron Wyatt, mendakwa telah menemui beberapa bangkai roda kenderaan perang purba di dasar Laut Merah. Dia percaya inilah bangkai kereta perisai Firaun tenggelam di dasar laut itu ketika mengejar Nabi Musa bersama pengikut-pengikutnya. Selain itu, Wyatt juga menjumpai beberapa tulang manusia dan tulang kuda di tempat yang sama.

Setelah diuji usia barang-barang purba yang dijumpai di dalam laut itu di Universiti Stockholm mereka mengesahkan bahawa tulang manusia, tulang kuda yang ditemui itu di anggarkan berusia sekitar 3,500 tahun yang lalu, sama dengan masa Firaun mengejar Nabi Musa melalui Laut Merah. Salah satu roda kereta kuda yang keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang menyebabkan sukar untuk melihatnya dalam bentuk yang asli juga dijumpai menunjukkan roda tersebut sudah berada sekian lama di dasar lautan itu. Paling menakjubkan dan cukup menarik ialah penemuan keatas satu roda dengan empat jeriji yang diperbuat dari emas! Sememangnya Firaun menaiki kereta kuda yang diperbuat daripada emas. Setelah terbongkar semua ini adakah cerita yang dibawa oleh Nabi Muhammad dalam bentuk wahyu itu satu penipuan atau rekaan?

Saturday, July 20, 2013

ADAKAH ALIEN WUJUD?...





Jenis-jenis Alien 
seperti yang di gambarkan...


Apakah ada kehidupan di luar bumi? Sekiranya ada, siapakah dan seperti apakah makhluk itu? Apakah makhluk itu seperti yang digambarkan dalam filem-filem, iaitu makhluk berkulit hijau ataupun kelabu, dengan mata dan kepala besar? Apakah benar kecerdasan makhluk itu melebihi manusia? 

Hingga ke hari ini segala persoalan itu masih belum menemui penjelasannya.

Istilah alien merujuk kepada makhluk asing ataupun makhluk luar angkasa (extraterrestrial). Namun ada juga sebahagian pemerhati UFO yang meyakini alien sebenarnya berasal dari bumi. Sebahagian yang lain berpendapat, alien adalah makhluk niskala iaitu makhluk dimensi lain ataupun ghaib. Istilah makhluk dari luar angkasa ini mula digunakan secara meluas ketika tahun 1940-an dan menghubungkannya dengan fenomena UFO.

Umumnya, alien digambarkan sebagai makhluk yang berketinggian kira-kira empat kaki, dengan kulit berwarna kelabu (kadang-kadang biru-kelabu/hijau-kelabu). Tubuh mereka biasanya digambarkan panjang dan kurang berotot. Kaki mereka lebih pendek dan sendinya berbeza dengan manusia dan ini membuatkan langkah mereka seperti orang yang bongkok. Lengan mereka sering kali mampu mencapai lutut dan beberapa laporan mengatakan mereka mempunyai hanya tiga jari ataupun empat jari termasuk ibu jari di setiap tangan. Manakala bentuk kepalanya menyerupai mentol lampu pijar, botak dan disokong oleh leher yang kurus.Raut wajahnya didominasi oleh mata besar yang kebiasaannya berwarna hitam tanpa kelopak mata.

Umumnya, mereka dikatakan mempunyai hidung kecil yang leper, mulut kecil dan telinga kecil tanpa cuping. Dalam beberapa kes, alien dikatakan memiliki lubang hidung seperti lubang baji pada mukanya yang leper. Beberapa laporan mengatakan alien memakai baju seragam ketat berwarna neutral seperti pakaian sukan. Beberapa laporan lain pula mengatakan mereka bertelanjang bulat.     

Bagaimana Islam memandang fenomena Alien ini?

Walaupun tidak disebut secara jelas, pada abad yang lalu, Al-Quran sudah menerangkan kewujudan makhluk-makhluk selain manusia yang berada di luar planet bumi. Allah menyatakan dalam surah Ash-Shura, ayat 29 yang dalam bermaksud: 

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, adalah kejadian langit dan bumi, serta segala yang Dia biakkan pada kedua-duanya daripada makhluk-makhluk yang melata (Daabbah) dan Dia Maha Kuasa menghimpunkan mereka semuanya apabila Dia berkehendak melakukannya."   


Dalam nukilan ayat di atas disebutkan Allah menciptakan makhluk-makhluk yang melata iaitu Daabbah yang terletak di antara langit dan bumi. Perkataan Ad-Daabbah ataupun Ad-Dawaab dalam kamus bahasa Arab diambil daripada kata Daabb yang bermakna makhluk yang merangkak, melata dan binatang. Makhluk melata dalam bahasa Arab memiliki erti yang luas. Ia bukan bermaksud makhluk daripada jenis haiwan semata-mata, namun dapat juga bermaksud makhluk seperti manusia, kerana di dalam beberapa ayat, Allah menyebutkan manusia sebagai Ad-Dawaabbi.


"Sebenarnya, sejahat-jahat makhluk yang melata, pada sisi hukum dan ketetapan Allah adalah orang yang pekak lagi bisu, yang tidak mahu memahami perkara apa pun dengan akal fikirannya." (Surah Al-Anfal, ayat 22)

Apakah ciri-ciri Ad-Daabbah itu? Al-Quran menyebut perihal Ad-Daabbah dan Ad-Dawaab dalam beberapa gambaran, antaranya:

"Dan Allah menciptakan tiap-tiap haiwan yang bergerak itu daripada air. Maka sebahagian di antara haiwan itu menjalar di atas perutnya, sebahagian di antaranya berjalan dengan dua kaki, dan sebahagian lagi berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa sahaja yang Dia kehendaki (selain daripada itu), kerana sebenarnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap perkara." (Surah An-Nur, ayat 45).

"Sebenarnya pada kejadian langit dan bumi dan pada pertukaran malam dan siang dan pada kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia. Demikian juga pada air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta Dia bisikkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang. Demikian juga pada peredaran angin dan awan yang tunduk kepada kuasa Allah terapung-apung di antara langit dengan bumi. Sebenarnya pada semuanya itu ada tanda-tanda yang membuktikan keesaan Allah, kekuasaann-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan keluasan rahmat-Nya untuk kaum yang mahu menggunakan akal fikiran."  (Surah Al-Baqarah, ayat 164).

"Dan tidak seekor pun binatang yang melata di bumi dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua-dua sayapnya, melainkan mereka umat-umat seperti kamu. Tiada Kami tinggalkan apapun dalam Al-Kitab; kemudian mereka semuanya akan dihimpunkan kepada Tuhan mereka untuk dihisab dan menerima balasan." (Surah Al-An'am, ayat 38).

"Dan tiadalah apapun daripada makhluk-makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah jua yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat kediamannya, dan tempat ia disimpan. Semuanya itu tersurat dalam Kitab (Lauh mahfuz) yang nyata." (Surah Hud, ayat 60).

"Sesungguhnya aku berserah diri kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu. Tiadalah apapun daripada makhluk-makhluk yang melata di muka bumi melainkan Allah jua yang menguasainya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. (Surah Hud, ayat 56).

"Dan kepada Allah sahaja tunduk sujud segala yang ada di langit dan yang ada di bumi, daripada makhluk-makhluk yang bergerak serta malaikat, sedangkan mereka (malaikat-malaikat itu) tidak berlaku sombong takbur (daripada beribadat dan sujud kepada-Nya." (Surah An-Nahl, ayat 49).

"Sekiranya Allah menyeksa manusia disebabkan kezaliman mereka, tentulah Dia tidak membiarkan makhluk yang bergerak tinggal di muka bumi, tetapi Dia memberi tempoh kepada mereka hingga ke suatu masa. Kemudian apabila sampai tempoh mereka, tiadalah mereka dapat meminta dikemudiankan sesaatpun dan tidak pula mereka dapat meminta didahulukan." (Surah An-Nahl,ayat 61).

"Tidakkah dikau mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi tunduk sujud kepada Allah, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-ganang, pokok-pokok kayu, binatang-binatang melata serta sebahagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang berhak ditimpa azab disebabkan kekufuran dan maksiatnya. Dan sesiapa yang dihinakan oleh Allah maka ia tidak akan beroleh siapa pun yang dapat memuliakannya. Sesungguhnya Allah tetap melakukan apa yang dirancang-Nya." (Surah Al-Haj, ayat 18).

"Dan apabila sampai masa berlakunya hukuman kepada manusia, Kami keluarkan untuk mereka sejenis binatang melata dari bumi, yang akan menyatakan kepada mereka, bahawa manusia dahulu tidak meyakini ayat-ayat keterangan dan pengajaran kami." (Surah An-Naml, ayat 82).

"Dan berapa banyak binatang yang tidak membawa rezekinya bersama, Allah jua yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Surah Al-Ankabut, ayat 60).

"Dia menciptakan langit dengan tidak bertiang sebagaimana yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-ganang di permukaan bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu, dan Dia biakkan padanya berbagai jenis binatang. Dan Kami menurunkan hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan di bumi berbagai jenis tanaman yang memberi banyak manfaat." (Surah Luqman, ayat 10).

"Selepas kami tetapkan berlakunya kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka perihal kematiannya melainkan semut putih (anai-anai) yang sudah memakan tongkatnya. Maka apabila ia tumbang, ternyatalah kepada golongan jin itu, sekiranya mereka sedia mengetahui perkara yang ghaib nescaya mereka tidak tinggal sedemikian lamanya di dalam azab (kerja berat) yang menghinanya." (Surah Saba', ayat 14).

"Dan demikian pula di antara manusia dan binatang-binatang yang melata serta binatang-binatang ternak, ada yang berlainan jenis dan warnanya. Sesungguhnya yang takut kepada Allah daripada kalangan hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu, iaitu orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa lagi Maha Pengampun." (Surah Fatir, ayat 28).

"Dan sekiranya Allah mengira kesalahan manusia serta terus menyeksa mereka disebabkan amal-amal jahat yang mereka kerjakan, tentulah Dia tidak membiarkan tinggal satu pun makhluk yang bergerak di muka bumi. Tetapi, Dia tidak bertindak dengan serta merta, bahkan Dia memberi tempoh kepada mereka hingga ke suatu masa. Kemudian, apabila sampai tempoh mereka, maka Allah akan membalas masing-masing dengan adilnya, kerana sesungguhnya Allah sentiasa melihat keadaan hamba-hamba-Nya." (Surah Fatir, ayat 45).

"Dan pada kejadian diri kamu sendiri, serta pada kejadian segala binatang yang dibiakkan-Nya, terdapat juga tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah untuk orang-orang yang meyakininya." Surah Al-Jathiyah, ayat 4).

Berdasarkan ayat-ayat Al-Quran itu, kita dapat ketahui kewujudan dan ciri-ciri Ad-Daabbah seperti berikut:

  1. Makhluk yang berjalan di atas perutnya, ada yang berjalan dengan dua ataupun empat kaki.
  2. Makhluk yang berpijak, membawa maksud makhluk-makhluk yang memerlukan tempat berpijak.
  3. Dalam Surah Saba' ayat 14, pengertian daabbah dengan jelas mengarah kepada binatang merayap.  
  4. Memiliki bermacam-macam warna dan jenis.
  5. Daabbah tidak berada di atmosfera bumi.
  6. Dapat berkembang biak.
  7. Sesetengahnya dapat bercakap.
  8. Kewujudan Ad-Daabbah dalam pemahaman umum adalah makhluk melata yang bertebaran di muka bumi dan secara khususnya ada yang bertebaran di antara bumi dan langit.
  9. Ad-Daabbah tidak semestinya binatang ternak kerana dalam surah Fatir, ayat 28, ia disebutkan secara terpisah dengan binatang ternak.
  10. Hakikatnya, semua Ad-Daabbah sujud kepada Allah. Ad-Daabbah memiliki sistem ibadah yang tersendiri, berbeza dengan sistem beribadah manusia.
Justeru, dapat disimpulkan Ad-Daabbah ataupun Ad-Dawaab memiliki ciri-ciri dan tahap kepelbagaian yang banyak. Ada makhluk yang merayap, binatang ternak, bahkan ada yang menyerupai manusia.

Mari kita kembali kepada pertanyaan awal, Adakah Alien itu wujud?

Gambaran imej alien sebagai makhluk luar angkasa yang berkulit hijau ataupun kelabu, bermata dan berkepala besar, membuatkan penulis menyimpulkan belum ada bukti ataupun fakta yang tepat berkenaan makhluk ini. Malah para ilmuwan turut merumuskan, fenomena alien ataupun UFO ini masih dalam kategori pseudosains dan belum dapat dikembangkan menjadi teori ilmiah.

Namun begitu, sekiranya yang dimaksudkan adalah makhluk melata yang berada di luar angkasa, dapat disimpulkan ia wujud dan perkara ini merujuk kepada keterangan Allah.

Oleh itu, apabila ia ada disebut dalam Al-Quran, maka apakah sebabnya kewujudan alien masih belum dapat dibuktikan? Apakah Al-Quran memberikan maklumat yang salah?

Bagi menjawab persoalan ini, kita perlu kembali kepada inti pati kewujudan Al-Quran. Al-Quran adalah wahyu terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad s.a.w. untuk disampaikan kepada umatnya sehingga akhir zaman. Antara 'Ijaz ataupun mukjizat Al-Quran adalah adanya ayat-ayat sains yang baru terbukti kebenarannya pada abad moden. Jadi, kebenaran ayat-ayat sains dalam A-Quran tidak semestinya terjawab pada zaman-zaman tertentu. Demikian juga dengan kebenaran ayat Al-Quran dalam surah As-Shura ayat 29 berkenaan kewujudan Daabbah ini. Ia mungkin terjawab pada zaman sekarang, ataupun menjadi antara bukti kebenaran mukjizat Al-Quran pada masa akan datang.

Apa yang patut dikritik oleh kaum Muslimin adalah kita jangan mempercayai sepenuhnya segala berita berkenaan UFO dan alien, kerana kebanyakan daripada berita itu bersifat hoax ataupun palsu. Ini bagi mengelakkan diri daripada terjebak dalam maklumat yang salah, sekaligus dapat merosakkan iman dan terjerumus ke jurang kemusyrikan.

Dipetik dari Buku Misteri 50 yang menggemparkan dunia...