Pages

Sunday, January 20, 2013

KISAH NABI MUSA DAN PEMUDA FASIK YANG KENA USIR...

Di zaman Nabi Musa, di tengah kaum Bani Israil terdapat seorang lelaki fasik yang tidak pernah berhenti melakukan kejahatan, sedangkan penduduk negeri itu tidak berani mencegahnya sebab lelaki itu amat kejam. Maka mereka pun berdoa dengan khusyuk kepada Allah Ta'ala agar terbebas dari rasa ketakutan itu.

Doa mereka ternyata di kabulkan oleh Allah dan Allah Ta'ala mewahyukan kepada Nabi Musa as. bahawa pada kaumnya Bani Israil ada seorang anak muda yang sudah terlalu banyak perbuatan jahatnya. Nabi Musa di perintahkan untuk mengusirnya dari negeri itu supaya mereka tidak di timpa petaka.

Kemudian Musa pun mengusirnya dari desa itu. Maka pergilah si pemuda fasiq ke salah sebuah desa yang lain. Allah Ta'ala pun menyuruh Musa untuk kembali mengusirnya. Sekali lagi Musa pun menghalaunya dari desa itu sehingga pergilah si pemuda ke padang luas di suatu tempat yang tidak terdapat manusia mahupun burung dan binatang buas di sana.

Matahari bersinar sangat terik memanggang padang yang gersang itu. Si pemuda lama-kelamaan makin payah keadaannya. Rasa dahaga dan lapar sangat menyiksa sementara di sana tidak ada air atau sesuatu yang dapat di makan. Akhirnya ia jatuh sakit di tempat itu dan tidak seorang pun yang datang menolongnya. Ia tergeletek di atas tanah dan berkata dalam sakitnya: "Wahai Tuhanku, Andaikata ibuku berada di dekat kepalaku, nescaya ia akan menyayangi dan menangisi di atas penghinaanku ini.

Andaikata isteriku berada disamping, tentu ia menangis kerana akan berpisah denganku. Dan andaikata anak-anakku berada di sebelahku, tentulah mereka menangis di belakang jenazahku dan akan berkata: "Ya Allah! Ampunilah ayah kami yang asing dan lemah dan mederhaka serta berbuat kejahatan sehingga terusir dari satu kota ke satu kota lain, dari desa ke tanah lapang, dari dunia luar menuju akhirat dalam keadaan putus asa dari segala sesuatu kecuali rahmat-Mu Ya Allah."

Pemuda itu pun terus berkata: "Ya Allah!, jika Engkau memutuskan hubunganku dengan ibuku, ayahku, isteriku serta anak-anakku, janganlah Engkau putuskan aku dari rahmat-Mu, dan kerana Engkau telah membakar hatiku dengan memisahkan mereka dariku, janganlah Engkau bakar aku dengan api-Mu lantaran maksiatku.

Maka setelah itu, Allah mengirimkan seorang bidadari yang menyerupai ibunya, seorang bidadari lain yang menyerupainya isterinya, anak-anaknya dan juga malaikat yang menyerupai ayahnya. Mereka pun duduk di sisinya dan menangisi untuk pemuda itu seakan-akan mereka adalah anak-anaknya, isterinya, ibunya dan ayahnya yang sudah hadir di sebelahnya sehingga tenanglah hati si pemuda  itu.

Ia pun lalu berkata: "Ya Allah!, janganlah Engkau putuskan aku dari Rahmat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Tidak lama kemudian pemuda itu pun pulang ke Rahmatullah dalam keadaan suci dan diampuni. 

Maka Allah mewahyukan kepada Nabi Musa: "Pergilah engkau ke tanah lapang yang gersang di tempat yang dulu pernah Aku perintahkan Engkau menemui-Ku. Di situ telah meninggal seorang wali-Ku, maka mandi, kafani serta sembahyangkanlah dia."

Musa a.s segera berangkat ke tempat yang di perintahkan . Tatkala ia tiba di tempat itu, ia melihat pemuda yang diusirnya dahulu dari kota dan desa atas perintah Allah Ta'ala itu sedang di kelilingi bidadari yang menangisinya. Musa pun bertanya: "Wahai Tuhanku. Bukankah ia pemuda fasiq yang ku usir dari kota ke desa atas perintahmu?"

Allah Ta'ala menjawab: "Benar, hai Musa. Akan tetapi Aku kasihankan kepadanya dan memaafkannya lantaran ratapannya kepada-Ku di dalam sakit dan kesepian yang terpisah jauh dari kampung halamannya kedua orang tuanya dan dari anak-anak serta isterinya. Ku kirimkan bidadari dalam rupa ibunya dan Malaikat dalam rupa ayahnya lantaran Aku kasihan kepadanya atas kesedaran akan kehinaannya dalam bersendirian itu. Padahal, ketika pemuda yang jauh dari sanak saudara keluarga ini mati, semua penghuni langit dan bumi menangis lantaran kasihan kepadanya. Oleh kerana itu, bagaimana Aku tidak mengasihaninya sedangkan Aku adalah Yang Maha Penyayang di antara Para Penyayang?"

Maka dengan segera Musa a.s melaksanakan perintah Tuhannya. Dan beruntunglah pemuda itu yang mati dalam limpahan rahmat dan magfirah-Nya.       


Pelita Hidup - Orkes El Suraya...
  

1 comment:

  1. Dah baik demam ke belum.... Rajin - rajin la makan ubat dan banyakkan berdoa kepada Allah. Setiap dugaan yang Allah berikan merupakan penghapus segala dosa.

    Mohd Ridzuan

    ReplyDelete